Banyak Warga Yang Masih Pegang Suket

58 sec read

Warga Jawa Tengah masih banyak yang kekurangan Blanko eKTP hingga tahun ini.

Djonews.id – Semarang, Persoalan ketersediaan blanko KTP-el masih menghantui Jawa Tengah. Bahkan beberapa wilayah mengalami kelangkaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dipermadesdukcapil) provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto mengatakan kelangkaan hampir merata di seluruh wilayah di Jawa Tengah. Ia menduga, kelangkaan terjadi buntut meningkatnya jumlah permintaan KTP-el pada pemilu 2019 lalu. Sehingga stok menipis.

Baca Juga;

”Kemarin pas pemilu kan banyak sekali. Sehingga stoknya menipis di awal tahun ini,” ujarnya sembari menambahkan bahwa kelangkaan juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.  

Dikatakan,  permintaan KTP-el di Jawa Tengah terbilang tinggi. Bahkan cenderung meningkat setiap harinya. Hal ini sehubungan dengan penduduk yang usianya sudah mencukupi dan harus mengurus KTP-el.

”Itu belum termasuk yang mengubah status, pindah rumah dan yang lainnya,” ujarnya.

Sementara permintaan terus meningkat, Jawa Tengah hanya dijatah 4000 blanko setiap pekannya. Jumlah ini masih harus dibagikan ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. ”Sementara ini, kami berikan surat keterangan (suket, Red). Saat ini ada sekitar 2,2 juta warga di Jawa Tengah yang masih memegang surat keterangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Rela Berdesakan Demi Keindahan

Berdasar catatannya, sejumlah daerah di Jawa Tengah yang warganya belum mendapat KTP-el diantaranya ada Kebumen 140 ribu warga dan di Jepara sekitar 16 ribu warga. Di Brebes ada 204 ribu warga, kota Semarang, Magelang dan Solo masing-masing 47 ribu, 1.055, dan 71 ribu warga.

”Saya juga sudah minta bantuan ke Pak Sekda untuk berkirim surat ke Dirjen Dukcapil di Kemendagri,” tandasnya.

Lucky, warga Semarang sejak September 2019 masih memegang surat keterangan sebagai pengganti KTP-el. Suket ini berlaku selama 6 bulan dan harus diperbarui pada Februari nanti. Belum mendapat KTP-el, ia juga akan mengganti datanya lagi. ”Saat ini masih menggunakan surat keterangan. Setelah ini ganti data lagi karena mau pecah KK,” ujarnya .(os)

Baca Juga;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *