Awal Tahun, Pembelian Handphone Meningkat

oleh -
BELI HANDPHONE BARU : Seorang pembeli sedang mencoba smartphone low entry dalam bazar hanphone akhir tahun di Plaza Simpang Lima Semarang.
BELI HANDPHONE BARU : Seorang pembeli sedang mencoba smartphone low entry dalam bazar hanphone akhir tahun di Plaza Simpang Lima Semarang.

Djonews.com – Pembelian handphone, jelang akhir tahun ini mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan pasar diduga dipengaruhi oleh banyaknya pabrikan handphone yang mengeluarkan produk baru sebelum pergantian tahun.

“Peningkatan permintaan atau penjualan cukup besar, total mencapai 90 persen jelang akhir tahun ini,” kata Myma Maya, Marketing Communiation, SMS Shop Semarang.

Myma begitu ia disapa menjelaskan, setiap harinya ia bisa menjual antara 150  sampai 200 unit handphone. Untuk permintaan paling banyak adalah handphone low entry dengan range harga Rp 2 jutaan.

“Low entry masih paling dominan, kisaran harga Rp 2 jutaan, mulai dari Samsung, OPPO, Realme, VIVO mengeluarkan produk baru dikelas low entry ini,” ucapnya.

Baca Juga :   Ekonomi, Manusia Karung Bermunculan

Untuk menggenjot penjualan akhir tahun, lanjut dia, SMS Shop menggelar pameran bertajuk Bazar Handphone di Plaza Simpang Lima Semarang, sampai 2 Januari mendatang. Dalam pameran tersebut, SMS Shop menggandeng empat pembiayaan kredit handphone salah satunya Spektra.

“Akhir tahun ini kita menggenjot penjualan, salah satunya dengan pameran dan menggandeng pihak leasing untuk memberikan kemudahan kepemilikan handphone,” ujarnya.

Menyalinkode AMP

Pembeli sendiri, lanjut dia, memilih kelas low entry dengan kapasitas penyimpanan yang besar dengan harga murah. Ditambah lagi, selama pameran, pembeli juga berkesempatan memenangkan hadiah langsung berupa barang elektronik. “Kami juga menyasar mitra ojek online, dengan memberikan kemudahan leasing, tebus murah hingga tanpa uang muka,” paparnya.

Baca Juga :   Hotel di Kendal Kena Razia

Meski telah menggandeng perusahaan pembiayaan kredit, menurut Myma akhir tahun ini banyak pembeli yang lebih memilih cash dibandingkan kredit. Perbandingannya sekitar 60 persen pembeli lebih memilih kredit, sisanya membayar cash. “Mungkin pengaruh dari akhir tahun, banyak karyawan swasta yang mendapatkan bonus. Begitu pula pegawai negeri,” pungkasnya.(ah1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menyalinkode AMP