9 Aliran Seni Lukis

oleh -
Pengertian Aliran Seni Lukis
Pengertian Aliran Seni Lukis

Aliran Seni Lukis – Seni Lukis termasuk dari cabang dari aliran seni rupa. Dalam cabang seni lukis ini seseorang mampu untuk dapat menyalurkan kreativitasnya dengan menggunakan bidang 2 dimensi seperti kanvas, kertas gambar, papan atau juga bisa menggunakan media yang lain.

Perkembangan seni lukis sendiri memanglah sudah ada sejak zaman dahulu. Hal ini barhubungan dengan sebuah ekspresi jiwa seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Dalam perkembangannya seni lukis mempunyai macam-macam aliran seni lukis seperti seni lukis zaman klasik, zaman pertengahan, zaman modern.

Ketika ada orang yang menyebutkan mengenai sebuah seni lukis, maka terdapat sebuah perbedaan dengan menggambar, karena ada beberapa perbedaan mengenai melukis dan menggambar yaitu seperti dari media yang digunakan menggambar lebih dominan menggunakan alan dan bahan yang bersifat kering seperti pensil, pena, maupun krayon.

Sedangkan melukis lebih dominan menggunakan media yang sifatnya cair seperti cat air, minyak, akrilik dan menggunakan kuas. Untuk lebih detailnya Baca Perbedaan Menggambar Dan Melukis.

Gagasan maupun ide yang terdapat dalam sebuah hasil gambar seni lukis ini bisa digali maupun dieksplorasi lebih, supaya menjadi sebuah suatu momen ataupun aktivitas serta alam yang terlihat lebih nyata.

Dari gagasan maupun ide aliran seni lukis yang ada, tentu saja akan menghasilkan sebuah gaya lukisan yang nantinya akan membedakan antar seniman satu dengan yang lainnya.

Bahkan dalam beberapa gaya aliran seni lukis yang ada mempunyai sebuah ajaran yang bisa mudah untuk dipahami.

Sebelum ke pokok pembahasan kita akan membahas mengenai pengertian dari seni lukis, aliran seni lukis. Hal ini bertujuan supaya nantinya memudahkan Anda untuk mengenal jenis-jenis dari aliran seni lukis.

Pengertian Seni Lukis

Pengertian Seni Lukis

Seni lukis adalah suatu cabang dari seni rupa yang cara pengungkapan ekspresinya diwujudkan dengan melalui karya seni rupa dua dimensional, dimana unsur-unsur pokok dalam karya seni rupa dua dimensional tersebutt adalah garis dan warna.

Menurut Soeciarso Sp (1990: 11) tentang definisi Melukis adalah aktivitas mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk bisa memperoleh kesan tertentu, dengan adanya keterlibatan ekpresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh.

Dikutip dari KBBI mengenai Seni lukis yang berarti seni mengenai gambar-menggambar dan lukis-melukis.

Pengertian Aliran Seni Lukis

Pengertian Aliran Seni Lukis

Aliran seni lukis adalah suatu gaya, model, teknik, genre atau pemahaman khas yangmana diikuti oleh individu maupun kelompok tertentu untuk dapat menciptakan karya seni lukis. Aliran yang dimaksud disini adalah berupa gagasan pokok atau ide yang dicetuskan oleh seseorang, atau mengalir secara alami muncul sendiri didalam perkembangan dari seni lukis zaman ke zaman.

Baca Juga :   Pengertian Seni Rupa 2 Dimensi Adalah

Beberapa aliran seni lukis biasanya muncul di karekan saling beranggapkan mengenai satu sama lain, seperti aliran B muncul karena memang merasa aliran A sudah tidak lagi relevan dengan keadaan zaman sekarang ini, atau aliran A terlalu memojokan dari kaum tertentu, Aliran C muncul karena merasa bahwa kalau keduanya digabungkan maka menjadi sempurna.

Berikut ini adalah Aliran seni lukis Beserta Ciri-Cirinya dan Tokohnya:

Macam-Macam Aliran Seni Lukis

Aliran Seni Lukis Romantisme

Aliran Seni Lukis Romantisme

Aliran Romantisme adalah aliran dari seni lukis yang bersifat imajiner, aliran ini melukiskan cerita-cerita nan romantis dengan cara penyampaian yang lebih dramatis, peristiwa yang dahsyat atau kejadian yang drama dan mempunyai suasana seperti mimpi.

Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Romantisme

  • Bersifat Imajinatif artinya meskipun tetap realistis (tidak ada unsur fantasi), adegan terlihat lebih dramatis dari kenyataan.
  • Bersifat Subjektif artinya bahwa penciptaan seni dianggap sebagai ekspresi diri seniman.
  • Menggunakan intensitas emosional yang tinggi.
  • Pencitraan atau suasana mempunyai kualitas dream-like (seperti mimpi).
  • Menggambarkan perasaan yang sangat kuat yang tidak harfiah atau menggunakan dengan perumpaan dan dengan simbol.

Tokoh Aliran Seni Lukis Romantisme

  • Raden Saleh,
  • Francisco Goya,
  • Turner,
  • Caspar David Friedrich,
  • JMW Turner,
  • Theodore Gericault,
  • Henry Fuseli,
  • Jean Auguste Dominique Ingres.

Aliran Seni Lukis Naturalisme

Aliran Seni Lukis Naturalisme

Aliran naturalisme adalah aliran dari seni lukis yang ingin menggambarkan kembali kondisi alam yang semirip mungkin dan seakurat mungkin sesuai dengan referensi yang dilukisnya. Naturalisme sendiri merupakan aliran yang menjadi apresiasi bagi seniman terhadap alam. Seniman dalam aliran Naturalisme ini biasanya akan memilih dalam keadaan waktu tertentu bisa senja ataupun golden hour untuk dapat melukiskan pemandangan yang luar fantastis.

Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Naturalisme

  • Lebih mengutamakan kemiripan gambar pada lukisan dengan objek yang dilukis sesuai dengan referensi yang dilukisnya.
  • Teknik dan skill dari seniman menjadi faktor senjata utama.
  • Membawakan lukisan dengan tema-tema lukisan yang nan indah namun tetap berdasarkan kemurnian alam.
  • Naturalisme adalah bentuk apresiasi dari seniman atas keindahan alam.
  • Biasanya Mengangkat tema keindahan pemandangan di sekitar seniman pelukisnya.

Tokoh Aliran Seni Lukis Naturalisme

  • Basuki Abdullah,
  • Mas Pringadi,
  • Wakidi,
  • Claude,
  • John Constable,
  • Jean-Baptiste-Camille Corot,
  • Theodore Rousseau,
  • Thomas Cole,
  • Rubens,
  • Frederic Edwin Church,
  • Ilya Repin.

Aliran Seni Lukis Realisme

Aliran Seni Lukis Realisme

Aliran Realisme adalah aliran dari seni lukis yang ingin memperlihatkan suatu peristiwa, suasana atau model tertentu dengan kondisi keadaan sehari-hari kenyataan hidup, memandang dunia ini tanpa ilusi, apa adanya tanpa menambah atau mengurangi objek, di dramatisir atau dipilih dalam keadaan paling indahnya saja.

Ciri Aliran Seni Lukis Realisme

  • Mengangkat dari kejadian peristiwa sehari-hari yang dialami oleh kebanyakan orang.
  • Menggambarkan kondisi masyarakat dalam keadaan situasi yang nyata dan khas dengan lingkungan keadaan di sekitar dalam kehidupan sehari-hari.
  • Karya realis menggambarkan manusia dari semua tingkatan dalam situasi dan kondisi aslinya.
  • Aliran Realisme tidak setuju dengan subjek seni yang dibesar-besarkan (terlalu mendramaritis) ala Romantisme.
  • Aliran Realisme mempunyai detail gambar yang menyamai aslinya (natural) dengan melalui teknik tinggi yang dikuasai oleh pelukisnya.

Tokoh Aliran Seni Lukis Realisme

  • Rubus,
  • Wardoyo,
  • Tarmizi,
  • Gustave Courbet,
  • Dullah,
  • Jean-Francois millet,
  • Edouard Manet,
  • James Whistler,
  • John Singer Sargent,
  • Thomas Eakins.
Baca Juga :   Pengertian Teknik Pointilis

Aliran Seni Lukis Impresionisme

Aliran Seni Lukis Impresionisme

Aliran Impresionisme adalah aliran dari seni lukis yang hanya melukiskan impresi sekilas dari subjek yang dilukis oleh seniman. Aliran ini tercipta karena adanya kehadiran kamera yang pada saat ini sudah dapat mengambil alih fungsi seni sebagai media dokumentasi. Daripada meniru warna yang sebagaimana cara pandang manusia melihat, lukisan dengan aliran impresionisme ingin menggambarkan warna murni berdasarkan proses terjadinya pembentukan warna.

Biasanya para seniman impresionis melukis di alam terbuka dengan dalam kurun waktu yang singkat, sehingga seniman melukis haruslah mengorbankan keakuratan bentuk, itulah alasan mengapa hasil dari lukisan seniman tersebut biasanya hanya sebatas impresi. Mereka tidak sempat untuk dapat menyelesaikan lukisan dengan detail lebih jauh. Akan tetapi dari ketidaksempurnaan itu justru memunculkan bentuk estetis baru yang tidak dimiliki oleh aliran lain seperti realisme, naturalisme, bahkan fotografi sekalipun.

Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Impresionisme

  • Gambar pada lukisan tidak terlalu mendetail, lukisan hanya tampak mirip jika dilihat dari kejauhan.
  • Menggunakan palet warna yang cerah dan kontras berdasarkan pada teori pengkategorian lingkaran warna.
  • Fokus melukis terhadap pantulan cahaya pada subjeknya, bukan subjeknya sendiri.
  • Menggunakan teknik kuas yang disebut dengan teknik dab yang merupakan istilah luar untuk mencocolkan sambal.
  • Tidak menggunakan warna hitam.

Tokoh Aliran Seni Lukis Impresionisme

  • Edgar Degas,
  • Camille Pissarro,
  • Claude Monet,
  • Alfred Sisley,
  • Pierre-Auguste Renoir.

Aliran Seni Lukis Fauvisme

Aliran Fauvisme adalan suatu aliran seni lukis yang menggunakan gaya yangmana hampir sama dengan aliran impresionisme, akan tetapi menolak ide dasarnya, yaitu: meniru alam.

Aliran fauvisme membikin warna menjadi unsur seni yang independen. Warna tidak hanya menjadi warna baju, warna langit atau warna kulit, akan tetapi menjadi salah satu unsur yang berdiri sendiri tanpa menjadi representasi fisik apapun.

Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Fauvisme

  • Menggunakan warna yang mencolok yang tidak melihat keakurasian pada objek referensi yang dilukis.
  • Bentuk dari gambar pada lukisan diiringi oleh garis tegas nan gelap.
  • Penggunaan warna digunakan untuk dapat mengekspresikan gagasan seniman, bukan hanya sekedar pewarna.
  • Menghiraukan keakurasian detail bentuk gambar pada referensi model atau subjek.
  • Menyampaikan gagasan atau pesan pribadi dari pelukisnya.

Tokoh Aliran Seni Lukis Fauvisme

  • Kees van Dongen,
  • Georges Braque,
  • Raoul Dufy,
  • Henri Matisse
  • Maurice de Vlaminck,
  • Andre Derain.

Aliran Seni Lukis Ekspresionisme

Aliran Seni Lukis Ekspresionisme

Aliran Ekspresionisme adalah suatu aliran seni lukis yang mengutamakan bentuk ekspresi individu seniman terhadap apa yang diingat, dilihat dan dirasakan oleh seniman. Bisa dikatakan aliran ekspresionisme karena aliran ini adalah aliran seni rupa untuk dapat menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa. Lukisan aliran ekspresionisme tidak akan membebankan pada ketelitian dan kesulitan melukis pada karyanya, karena itu aliran ekspresionisme tidak mempunyai tingkat kemiripan yang akurat bahkan sangat melenceng dari referensi alam.

Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Ekspresionisme

  • Tidak mengutamakan kemiripan objek yang dilukis.
  • Menggunakan sapuan kuas yang berani dan ekspresif maksudnya adalah bekas kuas dibiarkan terlihat dan tidak ditutup-tutupi.
  • Teknik menggambar yang tampak naif (amatir) namun tetap mempunyai komposisi yang baik.
  • Leboh mementingkan ekspresi jiwa individu seniman pelukis dibandingkan dengan mengkopi bentuk alam.
  • Menggunakan warna sebagai simbol untuk suatu hal, bukan sebagai pewarna objek saja.

Tokoh Aliran Seni Lukis Ekspresionisme

  • Paul Klee,
  • Chaim Soutine,
  • Kathe Kollowitz,
  • Max Beckmann,
  • Vincent Van Gogh,
  • Ernst Ludwig Kirchner,
  • Affandi,
  • Wassily Kandinsky.
Baca Juga :   5 Motif Ragam Hias

Aliran Seni Lukis Kubisme

Aliran Seni Lukis Kubisme

Aliran Seni Lukis Kubisme adalah suatu aliran seni lukis yang memuat berbagai macam sudut pandang dari suatu objek dalam satu lukisan yang sama, sehingga nantinya menghasilkan lukisan yang terfragmentasi dan terdeformasi. Aliran Kubisme ini juga menyederhanaan bentuk objek hingga menyerupai bentuk geometris. Suatu bentuk objek lukis dapat terdiri dari berbagai angle secara bersamaan sehingga nantinya dapat menghasilkan kejanggalan yang estetis.

Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Kubisme

  • Menggunakan berbagai macam perspektif sekaligus didalam satu gambar.
  • Melakukan deformasi dan dekonstruksi terhadap bentuk dari objek yang di lukis seperti posisi mulut tertukar dengan posisi hidung
  • Menyederhanakan bentuk objek menjadi mirip dengan bentuk geometris
  • Mengeksplorasi bentuk terbuka dan memadukan latar dengan objek didepannya.
  • Banyak menggunakan unsur benda sehari-hari untuk sebagai kolase (seperti potongan koran, kertas dan lain sebagainya).

Tokoh Aliran Seni Lukis Kubisme

  • Mochtar Apin,
  • But Mochtar,
  • Fajar Sidik,
  • Pablo Picasso,
  • Juan Gris,
  • Robert Delaunay,
  • Sonia Delaunay,
  • Georges Braque,
  • Fernand Leger,
  • Srihadi.

Aliran Seni Lukis Dadaisme

Aliran Seni Lukis Dadaisme

Aliran Seni Lukis Dadaisme adalah suatu aliran seni lukis yang tidak membuat suatu karya nan indah secara fisik, akan tetapi ada unsur yang termuat seperti kritik tajam atau pesan sosial dengan cara membuat sindiran tidak langsung, bahkan ke ungkapan langsung yang provokatif terhadap kaum berwenang yang dianggap membuat keputusan yang negatif.

Aliran Seni lukis Dadaisme memancarkan unsur keindahan estetis dari berbagai sisi yang yang jarang dimuat dalam bentuk keindahan generik atau biasa disebut dengan keindahan dalam ketidakteraturan dan sesuatu yang random, akan tetapi tetap seimbang.

Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Dadaisme

  • Menampilkan bentuk lukisan yang tidak indah dan provokatif.
  • Memuat unsur pesan-pesan yang mempertanyakan kembali arti dari seni, peran seniman dan estetika secara umum.
  • Menyampaikan seruan anti perang dengan melalui bentuk sindirian terhadap kekejaman perang.
  • Berisikan pesan-pesan anti terhadap kaum borjuis yang pada masa itu memang dianggap sebagai penyebab Perang Dunia I
  • Menggunakan objek-objek yang sudah ada, seperti objek yang ada di kehidupan sehari-hari seperti gelas, toilet, sendok, dan lain sebagainya.

Tokoh Aliran Seni Lukis Dadaisme

  • Francis Picabia,
  • Marcel Duchamp,
  • Man Ray,
  • Hannah Hoch,
  • Sophie Taeuber-Arp,
  • Andre Breton.

Aliran Seni Lukis Surealisme

Aliran Seni Lukis Surealisme

Aliran seni lukis surealisme adalah aliran seni lukis yang mengadakan gambar objek nyata dalam keadaan yang tidak mungkin terjadi didalam dunia nyata, sehingga aliran surealisme ini citranya seperti dalam keadaan mimpi.

Maksudnya disini adalah gambar yang nyata tapi dalam keadaan tidak nyata itu seperti manusia yang sedang melayang, jam dinding yang seperti meleleh atau potret wajah dengan hidung dan mulut yang tertukar posisinya, dan lain sebagainya.

Aliran Surealisme menggunakan pendekatan teori psikologi Freud yang mengeksplorasi alam bawah sadar dan citra mimpi manusia sebagai salah satu penggambaran dari hasrat manusia.

Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Surealisme

  • Memuat gambar objek nyata dalam keadaan tidak nyata.
  • Pencitraan seperti dalam mimpi.
  • Mempunyai kontras tinggi, dalam artian: terdapat wujud besar yang bersebelahan dengan wujud kecil.
  • Memainkan imaji yang terdapat dalam mimpi dengan dunia nyata.
  • Terlihat seperti fantasi akan tetapi tetap berpegangan pada referensi dunia nyata.

Tokoh Aliran Seni Lukis Surealisme

  • Salvador Dali,
  • Andre Breton,
  • Ivan Sagita,
  • Hans Arp,
  • Lucia Hartini,
  • Max Ernst,
  • Alberto Giacometti,
  • Joan Miro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *