Akibat Dendam, Pak Ogah Kena Getah

oleh -
Petugas medis melakukan perawatan seorang korban pembacokan di Jl Wotgandul Dalam Semarang sebelum membawanya ke RSUP Kariadi, Rabu (19/8/2020) dini hari

DjoNews.com – Semarang, Kejadian yang tak terduga dialami oleh Muhamad Rizky, 25, dirinya ditemukan telah bersimbah dara di depan gapura Kampung Wotgandol Dalam 1 A Semarang pada Rabu (19/8) sekitar pada pukul 00.00. Korban diduga menjadi korban pembacokan ileh rekannya sendiri.

“Sementara, motifnya dendam pribadi,” ungkap Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Didi Dewantoro, Rabu (19/8).

Kejadian tersebut membuat korban mengalami luka cukup serius ditubuhnya bagian pergelangan tangan kiri dan kepala akibat terkena sabetan samurai. Korban kali pertama diketahui oleh warga sekitar dalam kondisi sudah tergeletak bersimbah darah, di dekat tiang listrik Jalan Wotgandul Dalam.

“Kalau informasi di TKP korban di datangi tiga orang pelaku. Terus langsung dikeroyok. Pelaku ada yang mengendarai sepeda motor satu orang,” terangnya.

Baca Juga :   Jateng Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Corona

Padahal korban setiap harinya bekerja sebagai Pak Ogah di pertigaan depan SMK Theresiana Jalan Gajahmada. Pada saat dikeroyok pelaku, kondisi dilokasi kejadian memang keadaan sepi. Beruntung korban masih selamat. Setelah ditemukan warga, selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Semarang Tengah.

“Karena lukanya parah, oleh tim kesehatan Ambulan Hebat korban langsung dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang,” jelasnya.

Menyalinkode AMP

Saat Polisi tiba di lokasi kejadian, Pak Ogah tersebut masih dalam keadaan sadar. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan. Barang bukti berupa satu samurai yang diduga digunakan sebagai alat aksi penganiyaan juga berhasil ditemukan.

Sementara itu, hasil keterangan korban menyampaikan bahwa mengenal pelaku. Mendapat petunjuk tersebut, petugas langsung melakukan penangkapan pelaku yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga :   Bocah 9 Tahun Meninggal Dilokasi Ketika Gowes Bersepeda

“Jumlah pelaku empat orang, ditangkap masih dua orang. Dua lainnya masih dalam pengejaran kita sudah mengantongi identitas pelaku. Untuk motif dendam pribadi, masih kita dalami,” katanya.lius

Menyalinkode AMP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *