GAWAT ! Penghapusan Tenaga Honorer

oleh -
Demo guru honorer terkait dengan penghapusan tenaga honorer.
Demo guru honorer terkait dengan penghapusan tenaga honorer.

Djonews.com , Jakarta – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sangat prihatin dengan adanya rencana penghapusan tenaga honorer menjadi Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). PGRI menilai bila tidak adanya guru honorer sekolah akan tidak aktif.

“Ya kalau selama ini dicukupi gurunya. berarti honorer yang eksistingnya ini kan juga harus diselesaikan. Jadi kita baca kedepan tidak boleh ada tenaga honorer, tapi semisal tidak ada honorer akan ujungnya banyak sekolahan yang lumpuh ,” ujar Ketua PGRI, Unifah Rosyidi , Rabu (22/1/2020).

Ketua PGRI ini menyampaikan dalam dihapusnya guru honorer mestinya dilakukan secara bertahap. Dia juga menceritakan sedikit peran guru honorer dalam membantu guru PNS yang hanya segelintir.

Baca Juga :   PKM Semarang, Kendaraan Arah Timur Diperiksa

“Jadi kan harus dilihat mungkin ada timelinenya, kapan dihapusnya? nah sekarang kalau honorer di satu di daerah gak ada itu lumpuh sekolah, karena hanya ada satu dua guru negeri di sekolah, terbantu karena itu,” ujarnya.

Selain itu, Unifah juga meminta pemerintah untuk menyelesaikan masalah guru honorer. Dia meminta agar guru honorer diberikan kesempatan untuk mengikuti tes menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Saat ini kita tidak perlu berandai-andai, sekarang yang dibutuhkan adalah mutu dan kesejahteraan guru honorer itu minimal harus berjalan seimbang, ada penyelesaian yang baik. Teman-teman boleh cek prosesnya yang 35 tahun ke atas PPPK, semuanya diberikan kesempatan, yang lolos silakan, yang tidak lolos silahkan milih lainnya, ada tenaga administrasi dan sebagainya. Namun perlu diingat bahwa janganlah melupakan mereka yang sudah bertahun-tahun mengabdi tapi ternyata posisinya tidak menuntungkan kan kasihan, sekarang tenaga administrasi di sekolah jugarata-rata tidak ada yang mau,” ungkapnya.(*)

Baca Juga :   Nikmati Rp 5 juta, Dua Kadus di Semarang Dituntut 3 Tahun Penjara


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *