Djonews.com,KABUPATEN SEMARANG – Virus penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai merebak di wilayah Kabupaten Semarang. Bahkan, semakin merajalela dan sangat memprihatinkan. Salah satu daerah yang terparah ialah wilayah Dusun Banyudono, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Menurut Kepala Dusun setempat, Syafi’I menyebutkan jika saat ini virus PMK sudah menyasar lebih dari 500 ekor sapu perah sejak tiga pekan terakhir dan mengakibatkan kematian akibat PMK.

“Mayoritas di wilayah saya adalah peternak sapi perah, semuanya hampir terkena PMK, isa dipastikan setiap hari ada sapi yang meninggal,” ujarnya.

Tidak hanya sapi perah, virus PMK juga menyasar 300 ekor kambing yang mati. Hal itu tentu membuat para peternak risau apalagi  semakin dekat hari Raya Idul Adha 2022.

“Satu hari kemarin ada 14 ekor sapi  mati, san 1 anakan kena PMK, sapi-sapi yang kena PMK terpaksa dipotong sebelum mati, kondisinya sudah tidak kuat lagi berdiri, warga tidak tidur semalaman karena menjaga hewan ternak,” sambungnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang telah mengerahkan seluruh petugas kesehatan hewan untuk mencari cara agar hewan-hewan yang terjangkit bisa sembuh dari PMK.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Wigati Sunu mengungkapkan ketersediaan obat-obatan untuk wabah PMK ini masih sangat terbatas.

“Kondisi saat ini hampir semua peternak itu gelisah, harap-harap cemas, terutama menjelang Idul Adha. Kita mendoakan ternak bisa segera sehat kembali,” jelasnya.

Padahal menurutnya, pihaknya saat ini telah menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa obat penanganan PMK dari CV Makmur Abadi dan PT Kunci Kencana.

“Selain obat-obatan, diserahkan juga alat-alat pendukung vaksinasi PMK, bantuan tersebut bisa membantu membuat peternak merasa lebih lega,” tutupnya. (Fauzi Rohmat)

Bagikan:

Tinggalkan komentar